
Sudah hampir 3 bulan yang lalu buah hati gw pergi meninggalkan dunia, dia masih di rahim gw saat itu. Ga tau kenapa dan apa yang terjadi sampai gw divonis “Kematian Mudigah” oleh dokter. Saat itu dia berusia 11W saat gw menemukan flek pertama kalinya dan dia diangkat diusia 12W.
Hancur??? Pasti.. Hati orang tua mana yang ga hancur disaat anak pertamanya yang telah ditunggu dinyatakan tidak berkembang dan harus digugurkan. Kenapa? Sampai detik ini masih misteri dan penuh tanda tanya besar di kepala gw dan suami. Apa penyebabnya? Hasil lab hanya menyatakan itu adalah benar hasil knsepsi tidak dicari apa penyebabnya. Kadang kalo gw inget, kenapa ga gw kubur aja dia dari pada ditest lab tapi ga bisa tau apa penyebabnya?
Sebelum gw memutuskan untuk dia dikuret, banyak forum, blog, tanya dokter, milis yang gw sambangi. Tapi banyak kemungkinan yang bisa mengakibatkan kematian mudigah. Disini gw coba menjabarkan beberapa info dan pengetahuan yang gw rangkum dan kemungkinan2 penyebabnya. mungkin diantara teman2 yang mampir kesini bisa menambah pengetahuannya.
Kematian mudigah adalah kematian calon janin di dalam kandungan, sehingga perlu dilakukan operasi kuret. Kematian janin ini diduga karena adanya masalah kelainan kromosom (detikhealth). Kelainan kromosom disini karena saat terjadi pembelahan mengalami ketidak sempurnaan pembelahan yang mungkin disebabkan sprema yang kurang baik atau sel telur yang kurang baik (jawaban dari yang gw tanyakan di tanyadokterspog.com).
Disini setiap dokter memiliki pendapat yang berbeda berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki. Jadi menurut gw wajib bertanya kepada dokter lain saat terjadi sesuatu terhadap kandungan kita. untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak salah langkah. berikut gw coba mengingat dari setiap dokter yang gw tanya/temui.
Dokter pertama :
Ibu dokter yang satu ini lemah lembut banget. Bu dokter ini selalu melakukan segala sesuatunya dengan bismillah, ini yang gw suka. Gw ke bu dokter dari pertama test pranatal. Ditest pranatal ini gw dindikasikan equivocal rubella. Equivocal ini belum masuk positif tapi ada kemungkinan positif bila terus berkembang. Dari mana asalnya si virus, actually ga tw gw. Kata dokter bisa dari mana aja soalnya dia ada di udara. Disini gw disarankan menunda kehamilan, dan dikasi obat antivirus sama kekebalan, diminum 2 minggu terus stop 2 minggu dan minggu berikutnya lakukan test darah lagi. Hasil dari test ini pun kurang memuaskan karena si virus aktif namun masi dalam batas equivocal. Dokterpun memberikan rujukan ke dokter penyakin dalam (kalau ga salah) dan satu hal yang aneh dia memberikan nomor telepon tempat alternatif dan tanpa berkata banyak. Pulang dengan tanpa keputusan gw coba cari segala macam info tentang TORCH. Banyak hal yang gw temukan, disana banyak statement yang menyatakan sebenarnya TORCH itu ga da obatnya. Obat antivirus yang diberikan dilakukan untuk menekan perkembangan virus didalam darah saja (katanya). Dan gw juga cari fakta dan pendapat tentang obat herbal itu, banyak yang menganjurkan kesana. Banyak juga yang berhasil dan ada yang tidak. Semua karena kecocokan dan usaha kali ya. Setelah menimang2 gw dan suami mutuskan untuk berobat herbal. dibulan ke pertama, equivocal gw uda negatif namun IGG dari toxo gw terus naik (walau nilainya kecil, belum puluhan). Menurut dunia kedokteran IGG tidak perlu dikhawatirkan, karena itu infeksi masa lampau dan tidak berbahaya. Namun dari dunia herbal, baik IGG maupun IGM harus negatif. Karena gw berfikir dunia kedokteran kan uda melalui penelitian. Jadi sama bu dokter diijinkan untuk program baby. Dan memang sesuai harapan gw dinyatakan hamil. Dan seperti yang gw jelaskan diatas, setelah kehamilan gw 11W gw dinyatakan kematian mudigah. Penyebabnya yang mana gw sendiri ga tw.
Dokter kedua :
Ga begitu aja gw terima klo baby gw dinyatakan meninggal. Carilah dokter lain. gw pilih dokter yang uda profesor ga tua2 banget. orangnay asik. pasien buanyak banget. biayanya lumayan lha (mahal). disitu gw di USG si dokterpun mengiyakan bahwa gw divonis kematian mudigah. menurut si dokter ada kemungkinan penyebabnya kekentalan darah gw yang menyebabkan si baby ga dapet makanan. Namun harus di cek ACAnya. untuk kehamilan berikutnya gw mau test ACA. mau melihat apakah bener gw mengalami kekentalan darah?
Dokter ketiga :
seperti yang gw jabarkan diatas gw tanya di http://tanyadokterspog.com.
Dokter keempat :
Gw kesini karena cerita dari temen si bu dokter enak dalam penjelasan detil tentang apa yang terjadi namun dia aga tegas dan galak. Setelah haid pertama selesai setelah kuret gw cek up kesini. dengan membawa semua hasil test darah gw n suami. disini dia menjelaskan bahwa TORCH pun tidak mengakibatkan hal yang gw alami. Dan dengan nilai sekecil itu, Tidak kata beliau. Namun dia menjelaskan anemia juga bisa membunuh baby yang kita kandung. namun saat dia mengecek HB gw, normal. Dan gw di perbolehkan untuk program lagi. Yihiy
So, emang ga da yang tau hal tersebut kenapa. Mungkin memang begitu jalannya. Dan gw harus menirima dengan legowo. Dan semoga dikehamilan berikutnya gw bisa hamil dengan sehat dan melahirkan my baby dengan selamat tanpa kurang suatu apapun ![]()
Bagi yang mengalami hal serupa, Semangat ya!



























